Dilema NMCC
Rabu 23 Februari 2022 tepat pertengahan malam pada pelaksanaan Rapat Umum Kepengurusan (RUK) Komunitas Peradilan Semu (KPS) Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an Jakarta (IPTIQ Jakarta) pasca terpilihnya saudara Thoriq selaku ketua umum kepengurusan baru, menggantikan kepengurusan ketum Hasyim, dipilihlah NMCC Udayana Bali dari sekian banyak list kompetisi yg kami agendakan.
Rasa ragu bercampur penasaran menjadi satu, antara ikut atau atau tidak ikut membuat lelah pikiran ini..
Tepat hari Rabu 2 Maret 2022 latihan pertama dimulai dengan permintaan pelatih untuk menandatangani surat perjanjian berlatih dengan denda nominal tertentu apabila mengundurkan diri di tengah jalan, dari nominal terkecil hingga terbesar (Rp100.000-1000.0000).
Namun sampai tulisan ini kutulis surat perjanjian itu belum Ku tanda tangani juga.
Berat bercampur aduk dengan rasa haus akan pengalaman, yg keduanya seimbang bertarung dalam pikiran, membuatku terkatung-katung hingga saat ini dalam membuat keputusan.
Tapi apalah daya langkah telah kuambil, jalan telah kupijak, waktu dan harta telah ku keluarkan untuk memulai semuanya, sepertinya takdir memang telah menuntunku untuk mengikuti kompetisi ini, cuma satu harapan yg kupinta padamu Tuhan tolong permudah semuanya 🙂
google-site-verification: googleca6ddcaf78735df0.html
Komentar
Posting Komentar